Dalam proses tumbuh kembang anak, kemampuan mengelola emosi dan menyelesaikan konflik menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dibangun sejak usia sekolah dasar. Di SD Edu Global Bandung, layanan Bimbingan dan Konseling (BK) tidak hanya berfokus pada layanan bimbingan klasikal dan konseling individu, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, salah satunya melalui sharing session yang dilaksanakan setiap hari Jumat.
Kegiatan
sharing session ini dirancang sebagai ruang aman bagi siswa untuk
berbagi pengalaman, berdiskusi, serta belajar memahami berbagai situasi sosial
yang mereka hadapi. Untuk siswa kelas 1 hingga 3, kegiatan ini biasanya
membahas isu-isu yang sedang hangat terjadi di lingkungan sekolah maupun
kehidupan sehari-hari anak. Sementara itu, untuk siswa kelas 4 hingga 6,
kegiatan dikemas dalam bentuk keputrian (untuk siswa perempuan) dan keputraan
(untuk siswa laki-laki), sehingga pembahasan dapat lebih fokus dan sesuai
dengan kebutuhan perkembangan mereka.
Salah
satu topik penting yang diangkat dalam sharing session adalah manajemen
konflik. Melalui kegiatan ini, Guru BK memberikan pemahaman kepada siswa
tentang cara menghadapi dan menyelesaikan masalah secara mandiri, tentunya
tetap dengan pendampingan dan bimbingan yang tepat.
Dalam
pembelajaran manajemen konflik, siswa dikenalkan pada beberapa keterampilan
dasar, di antaranya:
Pertama,
membangun komunikasi yang asertif. Siswa diajarkan untuk mampu
menyampaikan perasaan dan pikirannya dengan jujur dan jelas ketika menghadapi
situasi yang kurang nyaman, tanpa harus menyakiti perasaan orang lain maupun
mengabaikan perasaannya sendiri. Mereka dilatih untuk menegur teman dengan cara
yang baik serta menggunakan kata-kata yang tepat.
Kedua,
bersikap tegas dan menetapkan batasan (boundaries). Dalam kondisi
tertentu, terutama ketika menghadapi perilaku yang tidak nyaman atau berpotensi
membahayakan, siswa diajarkan untuk berani mengatakan “tidak” dan menunjukkan
sikap tegas. Hal ini penting agar siswa mampu menjaga diri dan menghargai
batasan pribadinya.
Ketiga,
meminta bantuan ketika dibutuhkan. Siswa juga dibimbing untuk memahami
bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan sendiri. Ketika situasi terasa
sulit atau tidak dapat diatasi, mereka didorong untuk berbagi cerita kepada
guru, khususnya Guru BK, agar dapat menemukan solusi bersama dengan cara yang
lebih bijak.
Melalui kegiatan sharing session yang
konsisten dan terarah, diharapkan siswa SD Edu Global Bandung tidak hanya
berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan sosial dan
emosional yang kuat. Kemampuan dalam mengelola konflik ini akan menjadi bekal
penting bagi mereka dalam membangun hubungan yang sehat, baik di lingkungan
sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.